link750 link751 link752 link753 link754 link755 link756 link757 link758 link759 link760 link761 link762 link763 link764 link765 link766 link767 link768 link769 link770 link771 link772 link773 link774 link775 link776 link777 link778 link779 link780 link781 link782 link783 link784 link785 link786 link787 link788 link789 link790 link791 link792 link793 link794 link795 link796 link797 link798 link799 link800 link801 link802 link803 link804 link805 link806 link807 link808 link809 link810 link811 link812 link813 link814 link815 link816 link817 link818 link819 link820 link821 link822 link823 link824 link825 link826 link827 link828 link829 link830 link831 link832 link833 link834 link835 link836 link837 link838 link839 link840 link841 link842 link843 link844 link845 link846 link847 link848 link849 link850 link851 link852 link853 link854 link855 link856 link857 link858 link859 link860 link861 link862 link863 link864 link865 link866 link867 link868 link869 link870 link871 link872 link873 link874 link875 link876 link877 link878 link879 link880 link881 link882 link883 link884 link885 link886 link887 link888 link889 link890 link891 link892 link893 link894 link895 link896 link897 link898 link899

Mengenal Lebih Dekat Tentang Penyakit Vitiligo

gambaran penyakit vitiligo

gambaran penyakit vitiligo

Vitiligo merupakan kondisi kulit yang kronis dan ditandai dengan bercak-bercak dibagian kulit karena kehilangan pigmen kulit. Hal seperti ini terjadi karena sel-sel pigmen kulit telah mati atau tidak dapat berfungsi secara normal.

Ada beberapa kasus vitiligo yang terjadi karena adanya kontak dengan bahan kimia tertentu dengan kulit. Namun ada juga kasus vitiligo yang tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Dalam penelitian telah menunjukkan bahwa vitiligo kemungkinan timbul karena adanya autoimun, genetika, stress oksidatif pada kulit, gangguan saraf maupun virus pada pigmen kulit.

Kebanyakan orang-orang yang mengidap vitiligo memiliki kecenderungan untuk mengalami penyakit gangguan autoimun lainnya, seperti penyakit Addison, tiroiditis Hashimoto, serta penyakit diabetes mellitus tipe 1.

Vitiligo termasuk penyakit yang tidak bisa diobati, namun ada beberapa obat, seperti steroid topical, kalsineurin inhibitor serta fototerapi yang bertujuan untuk mengurangi gejala dari penyakit vitiligo. Diukur dari tingkat keparahan gejalanya, vitiligo diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu vitiligo segmental atau SV dan vitiligo non-segmental atau NSV. Vitiligo non-segemental adalah jenis penyakit vitiligo yang paling sering terjadi.

Vitiligo non-segmental umumnya terdiri dari bercak-bercak pada bagian kulit. Bercak-bercak yang muncul akan tumbuh dari waktu ke waktu pada lokasi tertentu dan bisa saja merata hingga ke seluruh bagian kulit. Vitiligo non-segmental sering terjadi pada segala usia.

Vitiligo non-segmental sendiri terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  • Generalized vitiligo : bercak yang muncul secara meluas namun hanya pada satu bagian tubuh
  • Universal vitiligo : bercak yang muncul di sebagian besar tubuh
  • Foval vitiligo : bercak-bercak yang tersebar di satu daerah saja, umumnya terjadi pada anak-anak
  • Acrofacial vitiligo : matinya sel pigmen yang terjadi di jari serta bagian periorificial
  • Mukosa vitiligo : vitiligo yang terjadi hanya pada bagian selaput lendir

Vitiligo segmental memiliki penampilan serta penyebab yang berbeda. Umumnya vitiligo segmental lebih sering terjadi pada daerah kulit yang berhubungan dengan bagian dorsal, sumsum tulang belakang dan lebih bersifat unilateral atau hanya satu sisi tubuh saja.

vitiligo pada bagian kaki

vitiligo pada bagian kaki

Vitiligo segmental cenderung memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dari pada vitiligo non-segmental. Vitiligo segmental umumnya terjadi karena gangguan autoimun. Vitiligo segmental lebih mudah untuk diobati dengan penggunaan obat topical.

Vitiligo ditandai dengan adanya bercak pada kulit. Awalnya bercak tersebut berukuran kecil, namun sering tumbuh dan berubah bentuk. Kebanyakan bercak muncul di bagian wajah, tangan, pergelangan tangan dan kaki. Bercak-bercak karena matinya sel pigmen kebanyakan muncul di sekitar lubang tubuh, seperti mulut, mata, hidung, kelamin serta umbilicus. Nantinya bercak-bercak tersebut akan tumbuh dan sampai ke sekitar tepi.

Kebanyakan bercak kulit karena vitiligo tidak menyebabkan rasa tertentu, seperti panas maupun gatal. Namun ketika terkena paparan sinar matahari secara langsung, umumnya akan terasa pedih.

Ada banyak penelitian yang dilakukan untuk meneliti penyebab dari munculnya penyakit vitiligo. Kebanyakan penelitian tersebut menyatakan bahwa vitiligo terjadi karena adanya perubahan pada system kekebalan tubuh yang bertanggung jawab memelihara sel pigmentasi kulit.

Vitiligo juga dianggap sebagai penyakit yang terjadi karena genetika serta factor lingkungan. Adanya gen TYR yang menyebabkan munculnya penyakit vitiligo. Gen inilah yang dianggap merusak proses sintesis melanin.

Adanya variasi gen yang merupakan bagian dari system kekebalan tubuh maupun bagian dari melanosit juga sangat berkaitan dengan beberapa kasus penyakit vitiligo. Hal seperti ini diduga disebabkan oleh system kekebalan tubuh yang justru menyerang serta menghancurkan melanosit.

Vitiligo juga terkadang ikut berperan atas terjadinya penyakit autoimun serta inflamasi, seperti tiroiditis Hashimoto, rheumatoid arthritis, diabetes mellitus tipe 1, penyakit Addison, psoriasis, anemia pernisiosa, alopecia areata serta lupus eritematosus sistemik.

vitiligo segmental

vitiligo segmental

Diantara produk inflamasi dari NALP1 yang caspase 1 dan caspase 7, yang mengaktifkan sitokin inflamasi interleukin-1β. Orang-orang yang yang mengidap vitiligo cenderung memiliki interleukin-1β yang tinggi.

Salah satu mutasi dari asam amino leusin dalam protein NALP1 digantikan oleh histidin, sehingga menyebabkan sel pigmen menjadi mati atau tidak mampu bekerja secara normal. Padahal protein NALP1 merupakan salah satu protein yang penting bagi kehidupan manudia.

Penyakit Addison yang umumnya terjadi karena adanya gangguan autoimun pada kelenjar adrenal juga sering sekali terjadi pada orang-orang yang mengidap penyakit vitiligo.

Penggunaan sinar ultraviolet dapat dilakukan untuk mengukur seberapa parah dari penyakit vitiligo. Hal ini nantinya juga akan mempengaruhi efektifitas dari obat yang nantinya digunakan oleh pasien pengidap vitiligo.

Bagian kulit yang terkena penyakit vitiligo nantinya akan berubah warna menjadi biru saat melakukan penyinaran ultraviolet. Sementara kulit yang sehat tidak akan menimbulkan reaksi apa-apa di bawah sinar ultraviolet.

Ada beberapa penyakit yang gejalanya tampak mirip dengan penyakit vitiligo, yaitu:

  • Pitiriasis alba
  • Kusta tuberkuloid
  • Hipopigmentasi postinflammatory
  • Panu
  • Albinisme
  • Piebaldism
  • Idiopatik hypomelanosis guttate
  • Hypomelanosis makula progresif
  • Insufisiensi adrenal primer