Mengenal Lebih Dekat Tentang Sindrom Sjogren

gejala sydrom sjogren

gejala sydrom sjogren

Sindrom Sjögren merupakan salah satu penyakit yang terjadi karena adanya sebuah kelainan autoimun, dimana sel imun menyerang serta menghancurkan kelenjar eksokrin yang berfungsi untuk memproduksi air liur serta air mata.

Penyakit Sindrom Sjögren ditemukan oleh seorang ahli penyakit mata yang bernama Henrik Sjögren. Sindrom Sjögren selalu dikaitkan dengan kelainan rheumatoid karena dari 90% kasus kejadian Sindrom Sjögren selalu terjadi pada seseorang yang mengidap penyakit rheumatoid. Sindrom Sjögren dialami oleh 1 sampai 4 juta orang di Amerika Serikat. Kebanyakan pengidap Sindrom Sjögren telah berusia diatas 40 tahun.

Gejala utama dari Sindrom Sjögren adalah adanya rasa kering pada bagian mulut serta mata. Sebagain dari pengidap Sindrom Sjögren juga disertai dengan rasa kering pada bagian hidung, kulit serta daerah kewanitaan.

Sindrom Sjögren juga mampu mempengaruhi organ vital dalam tubuh, seperti ginjal, paru-paru, hati, pancreas, otak serta pembuluh darah. Sembilan dari sepuluh orang pasien Sindrom Sjögren adalah wanita yang berusia 40an. Selebihnya Sindrom Sjögren juga bisa terjadi pada pria maupun wanita segala umur.

Penetapan diagnosis Sindrom Sjögren relative sulit karena memiliki gejala yang bervariasi. Kombinasi dari beberapa tes akan sangat membantu dalam menetapkan diagnosis Sindrom Sjögren.

Tes darah juga bisa membantu untuk menentukan apakah si pasien memiliki tingkat antibody tinggi yang dapat menjadi tanda dari munculnya penyakit Sindrom Sjögren, seperti antibody anti-nuklear atau ANA serta factor penyakit rheumatoid. Karena keduanya sangat berhubungan dengan tanda penyakit autoimun.

tes schirmer

tes schirmer

Tes Schirmer juga dapat dilakukan untuk mengukur produksi air mata, yaitu dengan menggunakan selembar kertas penyaring yang diletakkan pada kelopak mata selama 5 menit. Lalu jumlah pembasahan pada kertas tersebut diukur dengan penggaris. Sebuah lampu pemeriksaan dapat juga digunakan untuk menentukan tingkat kekeringan pada bagian permukaan mata.

Fungsi kelenjar liur bisa diuji dengan cara mengumpulkan air liur serta menentukan jumlah produksinya. Tindakan biopsy bibir mampu menentukan apakah ada tanda-tanda dari pengumpulan atau akumulasi limfosit pada kelenjar liur serta merusak kelenjar-kelenjar dalam mulut karena adanya reaksi radang dalam mulut.

Tindakan prosedur radiologis dapat digunakan untuk mendiagnosis ada tidaknya Sindrom Sjögren. Dengan menyuntikkan kontras pada area duktus Stensen, seperti duktus parotis. Bila terdapat semacam genangan kontras pada area atau kelenjar tersebut maka itu merupakan pertanda adanya Sindrom Sjögren.

Dibawah ini adalah kritesia klasifikasi Sindrom Sjögren yang sudah direvisi.

Gejala Sindrom Sjögren pada bagian mata, meliputi :

– Adanya rasa kering pada mata selama 3 bulan lebih

– Adanya rasa seperti mata kemasukan pasir atau kerikil

– Penggunaan obat pengganti air mata lebih dari 3 kali dalam 1 hari

Gejala Sindrom Sjögren pada mulut, meliputi:

– Mulut terasa kering setiap hari selama lebih dari 3 bulan

– Adanya pembengkakan pada kelenjar air liur

– Perlu minum terlebih dahulu sebelum menelan makanan yang kering

Sampai saat ini masih belum ditemukan terapi secara spesifik untuk penyembuhan Sindrom Sjögren secara sempurna. Pemberian terapi hanya bersifat simtomatik atau mengurangi gejalanya serta bersifat suportif.

Tindakan terapi seperti penggantian air mata dapat membantu dalam hal mengatasi gejala mata kering karena Sindrom Sjögren. Beberapa pasien Sindrom Sjögren memerlukan alat pelindung mata yang bertujuan untuk meningkatkan kelembaban. Siklosporin dapat digunakan untuk membantu mengatasi kekeringan mata kronis dengan menekan reaksi radang yang menghambat keluarnya air mata.

pemberian obat pengganti air mata

pemberian obat pengganti air mata

Obat sevimelin serta pilokarpin juga dapat digunakan untuk merangsang pengeluaran air liur. Obat anti radang non steroidjuga dapat membantu dalam mengatasi gejala musculoskeletal. Bagi pengidap Sindrom Sjögren dengan komplikasi dapat diberikan kortikosteroid atau obat untuk menekan system imun. Obat antirheumatik seperti metrotreksat juga bisa diberikan.

Sindrom Sjögren mampu merusakn beberapa organ penting dalam tubuh. Sebagian pengidap Sindrom Sjögren kemungkinan hanya mengalami gejala ringan dan yang lainnya bisa jadi mengalami gejala yang sangat buruk.

Beberapa gejala dari Sindrom Sjögren dapat diatasi secara simtomatik. Sebagian pengidap Sindrom Sjögren dapat mengalami penglihatan yang buruk, rasa tidak nyaman pada mata, infeksi di bagian mulut, pembengkakan pada kelenjar liur serta kesulitan untuk menelan makanan.

Rasa sakit dan lelah pada bagian persendian juga sangat mengganggu kenyamanan pengidap Sindrom Sjögren. Sebagian pengidap Sindrom Sjögren juga mengalami gangguan ginjal hingga muncul gejala proteinuria atau peningkatan protein pada air seni, defek urinaris, serta asidosis tubular renal distal