Mengenal Lebih Jauh Tentang Selesma

selesma

selesma

Selesma merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya rhinovirus, yang ditandai dengan adanya lendir yang encer serta bening. Rhinovirus berasal dari kata rhino yang berarti hidung. Jadi rhinovirus adalah suatu virus yang masuk ke dalam hidung.

Selesma atau common cold merupakan iritasi atau peradangan pada selaput lendir hidung karena masuk angin maupun infeksi dari virus atau infeksi bakteri.

Selaput lendir yang mengalami peradangan akan memproduksi lendir lebih banyak serta menjadi mengembang, sehingga hidung menjadi tersumbat serta sulit untuk bernapas. Lendir yang terbentuk nantinya akan menyebabkan batuk serta bersin.

Infeksi dari rhinovirus tahap pertama adalah adanya lendir atau ingus yang encer serta bening. Sedangkan pada tahap kedua akan terjadi supra-infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang berada di dalam mulut maupun hidung yang secara mendadak menjadi suatu pathogen atau penyakit.

Salesma yang disebabkan oleh virus biasanya menimbulkan gejala adanya ingus yang encer serta bening. Bila gejalanya seperti ingus yang kental serta berwarna kuning kehijauan umumnya disebabkan oleh bakteri.

Salesma juga bisa terjadi karena suatu reaksi alergi dari tubuh terhadap suatu zat yang dapat menimbulkan kepekaan secara berlebihan. Zat-zat allergen seperti serbuk sari dari bunga, pohon maupun sejenis rumput-rumputan. Bisa juga allergen berupa debu yang mengandung tunggau tertentu yang ikut masuk ke dalam hidung.

Salesma yang terjadi karena suatu reaksi alergi disebut rhinitis alergi. Ciri-ciri dari rhinitis alergi, meliputi ingus yang encer sekali, kelopak mata serta hidung menjadi bengkak dan terasa gatal.

Turunnya kelembaban serta suhu udara oleh AC atau airconditioner juga dapat menyebabkan iritasi pada mukosa hidung sehingga nantinya menimbulkan salesma. Selain itu, menghisap rokok melalui hidung serta adanya udara yang telah terpapar oleh polusi juga bisa menyebabkan salesma.

Penyakit influenza atau flu hampir sama dengan salesma, namun umumnya flu memiliki sifat yang lebih berat dari pada salesma. Umumnya, penyakit flu lebih disebabkan oleh adanya virus influenza tipe A, B, serta C yang memiliki banyak suku.

Virus flu lebih kuat dibandingkan dengan virus salesma, karena dapat menyerang saluran pernapasan serta dapat menimbulkan bronchitis atau radang pada saluran pernapasan serta radang paru-paru. Ciri-ciri infeksi virus influenza, meliputi demam tinggi, nyeri otot, persendian terasa letih, nyeri kepala dan tenggorokan, suara serak, nafsu makan hilang, terkadang disertai nyeri telinga, mual, muntah bahkan diare.

Beberapa virus yang bisa menyebabkan selesma, meliputi:

  • Picornavirus, seperti rhinovirus
  • Virus influenza
  • Virus sinsisial pada pernapasan
penularan virus selesma

penularan virus selesma

Ketiga virus tersebut mudah ditularkan melalui percikan ludah yang keluar saat seorang penderita selesma batuk maupun bersin.

Masih belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan seseorang mudah untuk tertular penyakit selesma.

Kedinginan tidak menyebabkan pilek atau meningkatkan resiko untuk tertular virus selesma. Factor kesehatan secara umum serta kebiasaan makan pada seseorang juga sepertinya tidak terlalu berpengaruh.

Orang-orang yang mudah tertular penyakit selesma, meliputi:

  • Seseorang yang memiliki kelainan pada hidung maupun tenggorokan, seperti mengalami penyakit amandel
  • Kelelahan maupun stress secara emosional
  • Mengidap alergi pada hidung maupun tenggorokan
  • Wanita yang sedang dalam masa menstruasi

Anggapan bahwa penyakit demam dan penyakit pilek merupakan penyakit yang tersendiri merupakan anggapan yang salah. Sebab, demam dan pilek merupakan gejala dari selesma. Khususnya pada balita. Balita sering mengalami selesma karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan, sehingga lebih mudah tertular selesma. Bahkan balita dapat terserang selesma sebanyak 6 sampai 9 kali dalam setahun.

selesma pada anak

selesma pada anak

Gejala akan timbul dalam waktu 1 sampai 3 hari setelah terinfeksi virus penyebab selesma. Biasanya gejala awal dari selesma berupa rasa tidak enak pada bagian hidung atau tenggorokan. Kemudian mulai timbul tanda seperti bersin, hidung meler serta rasa sakit ringan.

Selesma biasanya tidak disertai dengan demam yang berat. Biasanya hanya demam ringan yang muncul pada saat terjadinya gejala. Hidung mulai mengeluarkan cairan yang encer serta jernih pada hari-hari pertama yang jumlahnya sangat banyak sehingga sangat mengganggu pengidap selesma.

Memberikan minum dalam jumlah banyak akan membantu mengencerkan lendir pada hidung sehingga lebih mudah untuk membuang lendir dan mudah untuk bernapas. Untuk meringankan rasa nyeri maupun demam karena selesma, bisa diobati dengan minum obat jenis asetaminofen maupun ibuprofen.

Pengidap selesma yang memiliki riwayat alergi, sebaiknya diberi obat jenis antihistamin. Hal ini untuk membantu mengeringkan hidung yang meler. Menghidup uap dari vaporizer juga dapat membantu mengencerkan lendir serta mengurangi rasa sesak di dada. Mencuci rongga hidung dengan menggunakan larutan garam isotonic juga dapat membantu dalam hal mengeluarkan lendir berlebihan karena penyakit selesma.

Batuk merupakan satu-satunya cara untuk membuang lendir maupun dahak pada saluran pernapasan. Maka dari itu, batuk pada pengidap selesma tidak perlu diobati. Kecuali jika batuknya mulai mengganggu serta menyebabkan pengidap selesma susah tidur. Pemberian antibiotic tidak efektif untuk mengatasi selesma. Pemberian antibiotic hanya efektif saat selesma karena bakteri terjadi.