Mengenal Penyakit Aneurisma Aorta Dada

letak aorta

letak aorta

Aorta merupakan salah satu arteri yang paling besar di dalam tubuh kita dan berfungsi untuk mengalirkan darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh.

Aneurisma atau aneurysm merupakan suatu istilah yang berasal dari bahasa Yunani yaitu “aneurysma” yang berarti pelebaran atau disebut juga dilatasi. Jadi, aneurisma aorta dada merupakan pelebaran atau pembesaran pada aorta bagian dada.

Aneurisma merupakan suatu penonjolan atau pelebaran pada dinding suatu arteri. Aneurisma aorta dada atau Aneurisma Aorta Thoracalis merupakan suatu kondisi dimana adanya pelebaran pada bagian aorta yang melewati dada.

25% dari kejadian aneurisma merupakan aneurisma torakalis. Pada salah satu bentuk aneurisma aorta dada yang khusus, pelebaran aorta terjadi pada bagian diluar jantung. Pelebaran aorta pada bagian jantung dapat menyebabkan kelainan fungsi katup antara jantung dengan katup aorta, sehingga pada saat katup menurup, darah kembali merembes ke bagian jantung.

Tekanan darah pada dinding aorta mampu melemahkan serta menyebabkan aorta menjadi bengkak. Pembengkakan pada awalnya berukuran kecil yang pada akhirnya akan semakin besar seiring dengan semakin meningkatnya tekanan.

Aneurisma aorta merupakan suatu kondisi yang berbahaya karena dapat menyebabkan pecahnya aorta yang pada akhirnya akan menyebabkan komplikasi perdarahan di dalam tubuh maupun jantung.

Penyebab dari aneurisma aorta dada sampai sekarang masih belum bisa ketahui dengan pasti. Namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi munculnya penyakit aneurisma aorta dada, meliputi:

  • Pengerasan pada dinding arteri atau aterosklerosis. Penyebab dari terjadinya aterosklerosis, seperti kebiasaan merokok, kolesterol tinggi serta tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Kelainan pada jaringan ikat, misalnya seperti penyakit sindrom marfan
  • Peradangan pada pembuluh darah
  • Kelainan pada katup aorta
  • Infeksi yang belum atau tidak diatasi dengan benar, misalnya sifilis
  • Trauma benda tumpul khususnya pada bagian dada

Aneurisma aorta torakalis dapat menjadi besar dan semakin parah tanpa menimbulkan gejala yang signifikan. Gejala-gejala yang dirasakan dapat terjadi sebagai akibat dari pelebaran aorta yang menekan berbagai jaringan disekitar dada.

Beberapa gejala yang paling sering ditemukan, meliputi:

  • gejala aneurisma aorta

    gejala aneurisma aorta

    Rasa nyeri yang hebat khususnya pada bagian punggung atas

  • Batuk yang parah, sebagai akibat dari erosi atau tekanan pada saluran pernapasan yang berada di dekat aorta dada
  • Sulit untuk menelan, bila aneurisma sudah menekan esofagus
  • Suara menjadi serak, khususnya bila aneurisma menekan saraf pada bagian tenggorokan
  • Sindrom Horner, sebagai akibat dari penekanan di area dada. gejala dari sindrom Horner adalah pupil menjadi mengecil, kelopak mata turun serta selalu berkeringat di salah satu sisi wajah saja
  • Adanya denyut-denyut yang tidak normal pada bagian dada

Pengidap aneurisma aorta dada dapat mengalami batuk yang disertai dengan darah karena adanya tekanan pada pipa udara atau biasa disebut trakea maupun pada saluran pernapasan di sekitarnya.

Bila aneurisma aorta dada sampai pecah, umumnya akan timbul rasa nyeri yang hebat di bagian punggu atas. Nyeri ini dapat menjalar ke punggung bagian bawah sampai ke bagian dalam perut. Nyeri ini juga dapat dirasakan di bagian dada serta lengan. Rasa nyerinya hampir mirip dengan serangan jantung. Si pengidap akan jatuh dalam keadaan syok serta tewas seketika karena kehilangan banyak darah.

Aneurisma aorta umumnya baru diketahui secra kebetulan ketika seseorang melakukan pemeriksaan medis untuk kondisi kesehatannya.

Gejala dari pecahnya aneurisma aorta, meliputi:

  • aneurisma aorta dada

    aneurisma aorta dada

    Ketika aorta yang membengkak mencapai ukuran yang kritis atau bahkan sampai pecah, maka akan muncul rasa sakit yang hebat pada bagian dada atas maupun punggung atas

  • Rasa sakit yang hebat pada bagian dada atas serta punggung atas disertai dengan adanya peningkatan produksi keringat serta denyut jantung menjadi lebih cepat dari biasanya.
  • Darah dari aorta yang pecah akan terus mengalir dalam aliran darah dan kemudian mengendap menjadi bekuan atau gumpalan darah
  • Bekuan atau gumpalan darah tersebut dapat menghambat aliran darah normal yang seharusnya menuju ke seluruh tubuh. Kondisi seperti ini akan semakin memperparah masalah.
  • Banyak pasien yang mengalami aneurisma aorta pecah yang mengeluhkan adanya denyutan kuat pada bagian dada, mual-mual, muntah serta perasaan kenyang, meskipun sebelumnya hanya makan dalam jumlah sedikit.
  • Ketika aneurisma pecah, maka sirkulasi darah yang seharusnya menuju ke bagian bawah tubuh akan mengalami gangguan. Gangguan pada aliran darah yang seharusnya menuju ke bagian bawah tubuh akan menyebabkan kaki menjadi dingin serta gejala kesemutan.

Aneurisma aorta bisa sangat berbahaya. Namun, kondisi seperti ini masih bisa diobati bila kondisi dari aneurisma aorta tersebut masih dalam tahap awal.

Bagi siapapun yang usianya sudah melebihi 55 tahun, memiliki kebiasaan merokok maupun memiliki salah satu atau beberapa anggota keluarganya mengidap penyakit aneurisma, akan lebih rentan untuk mengalami aneurisma.