Mengenal Penyakit Arteritis Temporalis

pembuluh darah dibagian kepala

pembuluh darah dibagian kepala

Arteritis temporalis atau arteritis kranial merupakan suatu penyakit radang pembuluh darah yang seringkali melibatkan arteri besar serta arteri menengah pada bagian kepala, khususnya pada bagian cabang-cabang arteri karotis eksternal.

Arteritis temporalis juga sering disebut dengan nama arteritis sel raksasa atau penyakit Horton. Arteritis temporalis adalah suatu peradangan pada lapisan arteri atau pembuluh darah yang membawa darah yang kaya akan oksigen dari jantung ke seluruh bagian tubuh. Peradangan ini paling sering terjadi serta mempengaruhi arteri di kepala.

Arteritis temporalis merupakan salah satu bentuk dari peradangan pada pembuluh darah. Hal ini menyebabkan adanya peradangan pada jaringan pembuluh kecil atau vena vasorum yang memasuk darah ke arteri atau pembuluh darah yang lebih besar.

Arteritis temporalis mempengaruhi arteri dari kepala serta leher, termasuk 3 arteri yang keluar dari lengkungan aorta asenden, dan aorta toraks, arteri ketiak, arteri vertebralis. Selain itu juga mempengaruhi arteri atas yaitu mata serta arteri carotid eksternal. Bila tidak segera ditangani nantinya akan menyebabkan oklusi atau kerusakan arteri bahkan kematian pada jaringan.

Komplikasi yang paling serius dari penyakit arteritis temporalis adalah oklusi arteri ophthalmic, yang nantinya akan menyebabkan kematian jaringan ireversibal serta kebutaan mendadak. Arteritis temporalis dapat didiagnosis dengan cara melakukan biopsy pada arteri temporal. Hanya ini jalan satu-satunya untuk mendiagnosis ada tidaknya penyakit arteritis temporalis.

arteritis sel raksasa

arteritis sel raksasa

Istilah arteritis sel raksasa serta arteritis temporalis terkadang digunakan secara bergantian, karena adanya keterlibatan dari arteri temporal. Peradangan pada sel raksasa serta arteri temporal disebut juga dengan nama arteritis temporal, atau arteritis kranial maupun penyakit Horton.

Arteritis temporalis sering menyebabkan munculnya sakit kepala, sakit rahan serta gangguan pada penglihatan baik itu kabur maupun ganda. Kebutaan jarang sekali muncul, namun komplikasi dari adanya arteritis temporalis umumnya adalah penyakit stroke.

Gejala dari penyakit arteritis temporalis adalah sakit disertai nyeri di kepala. Umumnya rasa sakit dikepala muncul pada bagian depan kepala. Sebagian orang juga merasakan seperti gejala flu disertai nyeri otot, kelelahan serta demam.

Berbagai gejala dari penyakit arteritis temporali, meliputi:

  • Rasa sakit serta nyeri di kepala terus menerus terutama di bagian depan dan pelipis
  • Gangguan pada penglihatan, termasuk penurunan maupun penglihatan ganda
  • Rasa sakit pada bagian rahang
  • Rasa kaku dan nyeri pada bagian leher, lengan sampai ke pinggul
  • Kepala menjadi lebih sensitive sehingga mudah sakit
  • Nyeri pada bagian lidah
  • Tinnitus atau telinga berdengung
  • Polimialgia rematik
gejala arteritis temporalis

gejala arteritis temporalis

Penyakit arteritis temporalis lebih sering terjadi pada wanita jika dibandingkan dengan pria, serta lebih sering terjadi pada orang-orang keturunan Eropa Utara. Kebanyakan dialami oleh orang-orang yang sudah berusia diatas 55 tahun dan jarang sekali terjadi pada orang yang umurnya dibawah 55 tahun.

Peradangan karena penyakit arteritis temporalis mampu mempengaruhi suplai darah ke daerah mata sehingga membuat penglihatan menjadi kabur atau kebutaan secara mendadak. Kehilangan penlihatan pada kedua bagian mata bisa terjadi secara tiba-tiba.

Penyakit arteritis temporalis dapat hidup berdampingan dengan penyakit polymyalgia rheumatic, yang biasanya ditandai dengan adanya rasa sakit secara tiba-tiba disertai dengan kekakuan pada otot bagian leher, bahu, lengan dan panggul pada orang-orang yang sudah lanjut usia.

Arteritis temporalis serta polymyalgia rheumatic sangat erat kaitannya sehinga kedua penyakit tersebut sering dianggap sebagai manifestasi atau bentuk yang berbeda dari proses penyakit yang sama. Penyakit lain yang juga berkaitan dengan arteritis temporalis, adalah lupus, rheumatoid arthritis, serta infeksi parah.

biopsi Arteritis Temporalis

biopsi Arteritis Temporalis

Obat-obatan jenis kortikosteroid seperti prednisone umumnya sering digunakan dalam pengobatan penyakit arteritis temporalis. Penggunaan prednisone dosis tinggi harus dilakukan setelah seseorang didiagnosis mengalami penyakit arteritis temporalis.

Penggunaan prednisone dosis tinggi bertujuan untuk mencegah terjadinya kebutaan karena adanya kerusakan arteri bagian mata. Setelah mencapai waktu sekitar 2 sampai 4 minggu kemudian, pemakaian prednisone dikurangi secara perlahan-lahan selama 9 sampai 12 bulan.

Pemakaian steroid oral sama efektifnya dengan pemakaian steroid intravena yang disuntikkan. Namun, untuk mencegah kehilangan penglihatan yang sudah masuk tahap akut diperlukan pemakaian steroid intravena yang jauh lebih tinggi manfaatnya daripada steroid oral. Sebab steroid intravena bisa langsung masuk ke pembuluh darah.

Masih belum ada penelitian lebih lanjut tentang ada tidaknya keuntungan dengan menambahkan aspirin untuk mengobati arteritis temporalis.