Mengenal Penyakit Biduran

biduran di tangan

biduran di tangan

Biduran atau kaligata, merupakan suatu kondisi kelainan pada kulit berupa reaksi vascular terhadap berbagai macam sebab. Umumnya disebabkan oleh suatu reaksi alergi.

Ciri-ciri dari penyakit biduran adalah kemerahan yang disertai dengan penonjolan kulit terbatas yang timbul secara cepat setelah dipicu oleh factor presipitasi dan akan menghilang secara perlahan dengan sendirinya.

Walaupun pada umumnya penyakit biduran yang dalam istilah kedokteran disebut urtikaria diketahui sebagai reaksi alergi terhadap allergen tertentu, namun pada kondisi lain masih belum dapat diketahui secara pasti apa penyebabnya. Biduran yang terjadi tanpa sebab yang jelas sering dikenal dengan nama urtikaria idiopatik.

Biduran adalah gangguan kulit yang paling sering terjadi. Bilur-bilur merah yang tegas disertai rasa gatal. Biduran yang berlangsung selama kurang dari 6 bulan disebut biduran akut, sedangkan yang terjadi selama lebih dari 6 bulan disebut biduran kronis.

Ada banyak jenis biduran, meliputi immunoglobulin E akut, biduran kimiainduced, biduran vaskulitis, biduran utoimun, kolinergik, biduran dingin, mastositosis dan masih banyak lagi.

alergi pada kulitBiduran mungkin memiliki kemiripan dengan berbagai penyakit kulit lain yang memiliki penampilan serupa, seperti pruritus dermatitis atopic atau eksim, erupsi obat makulopapular, dermatitis kontak, digigit serangga, eritema multiforme serta pityriasis rosea. Namun dokter yang ahli akan dapat membedakan mana biduran dan mana yang penyakit kulit.

Ada banyak factor yang menyebabkan terjadinya biduran, termasuk factor imunologik maupun factor nonimunologik. Biduran dihasilkan oleh proses pelepasan histamin pada jaringan sel mast serta dari sirkulasi basophil.

Ada beberapa factor nonimunologik yang dapat melepaskan histamine dari sel tersebut, meliputi bahan-bahan kimia, obat-obatan seperti kodein dan morfin, makanan laut, makanan tertentu, toksin atau racun bakteri serta agen fisik.

Sepertinya biduran akut yang disebabkan oleh proses imunologik lebih sering terjadi. Mekanisme yang sering terjadi pada biduran akut adalah reaksi hipersensitivitas tipe 1 yang dirangsang oleh antigen polivalen yang mempertemukan dua molekul Ig E spesifik yang memngikat sel mast atau pada permukaan basophil.

Penyebab terjadinya biduran diduga karena adanya berbagai macam factor, seperti :

  • Obat-obatan
macam-macam obat

macam-macam obat

Berbagai jenis obat tertentu dapat menimbulkan gejala biduran, baik secara imunologik maupun secara nonimunologik. Hamper semua jenis obat sistemik dapat menimbulkan biduran secara imunologik baik tipe I maupun tipe II. Beberapa jenis obat tersebut, meliputi analgesic, penisilin, sulfonamide, obat pencahar, diuretic maupun hormone.

Ada juga jenis obat yang langsung merangsang sel mast untuk melepaskan histamine, seperti opium, kodein, serta zat kontras. Aspirin juga bisa menyebabkan biduran karena menghambat proses sintesis prostaglandin dari asam arakidonat.

  • Makanan

Biduran juga bisa disebabkan oleh makanan. Biduran akut sering disebabkan oleh jenis makanan tertentu. Makanan berupa protein maupun bahan lain yang dicampur dalam suatu makanan, seperti penyedap, zat pewarna, maupun bahan pengawet, juga sering menyebabkan biduran alergi.

Jenis makanan tertentu yang bisa menyebabkan biduran, seperti telur, kacang, ikan, udang, cokelat, tomat, arbei, keju, daging babi, bawang serta semangka. Bahan-bahan yang dicampurkan dalam makanan, seperti asam benzoate, asam sitrat, salisilat serta ragi juga bisa menyebabkan timbulkan biduran.

  • Gigitan atau sengatan serangga

nyamuk penyebab malariaGigitan atau sengatan serangga dapat menyebabkan terjadinya biduran setempat. Sepertinya hal ini disebabkan oleh IgE tipe I dan tipe selular. Racun serta bisa juga dapat mengaktifkan system imun, sehingga menyebabkan biduran.

Serangga seperti kepinding, lebah, nyamuk dan serangga lainnya dapat menyebabkan biduran yang biasanya terjadi di sekitar area gigitan. Dan biasanya akan sembuh sendiri dalam beberapa hari maupun beberapa minggu.

  • Paparan bahan fotosensitizer

Berbagai bahan fotosensitizer seperti fenotiazin, griseofulvin, bahan kosmetik, sulfonamide, serta sabun germisida, juga dapat menyebabkan terjadinya biduran.

  • Inhalan

Inhalan merupakan sesuatu yang masuk atau terhirup ke dalam system pernapasan yang juga dapat menyebabkan biduran. Inhalan berupa polen atau serbuk sari, spora jamur, bulu binatang, debu maupun aerosol juga lebih mudah untuk menimbulkan terjadinya biduran alergik tipe I. Reaksi biduran seperti ini sering ditemui pada pengidap atopi dan disertai gangguan pernapasan.

  • Kontaktan

Kontaktan atau kontak langsung atau berupa sentuhan secar langsung juga dapat menyebabkan biduran. Kontaktan yang seringkali menyebabkan terjadinya biduran, meliputi serbuk tekstil, kuku binatang, air liur binatang, tanaman, buah, bahan kimia seperti penangkis serangga dan bahan-bahan kosmetik. Terjadinya biduran karena bahan-bahan tersebut menembus kulit.

  • Trauma fisik

Trauma fisik dapat disebabkan oleh karena factor dingin, seperti berenang di air dingin atau menyentuh benda dingin. Sedangkan factor panas disebabkan oleh sinar UV, sinar matahari, panas pembakaran serta radiasi. Factor tekanan seperti goresan, pakaian ketat, ikat pinggang, tetesan atau semprotan air, vibrasi serta tekanan secara berulang-ulang, seperti pijat, keringat, demam dan bahkan emosi dapat menyebabkan biduran fisik.

  • Infeksi

tonsilitisBerbagai infeksi, seperti jamur, bakteri, virus maupun infestasi parasite juga dapat menyebabkan biduran. Infeksi oleh bakteri, contohnya infeksi tonsil, infeksi gigi, serta sinusitis.

Infeksi karena virus seperti mononucleosis, hepatitis serta infeksi virus Cosakie pernah dilaporkan dapat menyebabkan biduran. Infeksi parasite seperti cacing tambang, cacing pita serta cacing gelang juga dapat menyebabkan biduran setempat.

  • Gangguan kejiwaan

Tekanan jiwa tekanan jiwa juga dapat menyebabkan biduran. Tekanan jiwa mempu memacu sel mast bahlan dapat langsung menyebabkan peningkatan permeabilitas serta vasodilatasi kapilar. Dan sekitar 11,5% pengidap biduran menunjukkan adanya gangguan kejiwaan.

  • Keturunan

Factor keturunan juga ikut berperan dalam biduran serta angioedema, meskipun jarang sekali menununjukkan penurunan autosomal dominan. Biduran yang disebabkan oleh factor keturunan, seperti familial cold urticarial, vibratory angioedema, familial localized heat urticarial, serta erythropoietik protoporphyria.

  • Penyakit sistemik

Beberapa penyakit sistemik, seperti penyakit kolagen dapat menyebabkan biduran. Reaksinya lebih sering disebabkan oleh reaksi kompleks anatara antigen dengan antibody. Penyakit vesiko-bulosa, seperti pemphigus serta dermatitis herpetiformis Duhring, juga sering menyebabkan bidura.

Beberapa penyakit sistemik lain yang dapat menyebabkan terjadinya biduran, meliputi hipertiroid, limfoma, hepatitis, urtikaria pigmentosa, demam reumatik, arthritis, serta artritis rheumatoid juvenilis.