Mengenal Tentang Makanan Organik

sayuran organik

sayuran organik

Makanan organik yang bebas dari kontaminasi pestisida sekarang ini sering menjadi pilihan bagi orang-orang yang ingin hidup lebih sehat serta terbebas dari penyakit kanker. Namun, dalam sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan organik tidak menjamin kita dapat terhindar dari kanker.

Para peneliti memawancarai 600.000 orang wanita yang berusia diatas 50 tahun tentang makanan yang mereka konsumsi, apakah yang mereka pilih produk organik atau bukan. Lalu kesehatan mereka dimonitor selama 9 tahun.

Dan hasilnya, wanita yang selalu mengkonsumsi sayur dan buah organik memiliki resiko untuk mengidap penyakit kanker tidak lebih rendah bila dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi sayur dan buah organik.

Secara umum tidak tampak adanya perbedaan yang signifikan antara orang-orang yang mengkonsumsi produk organik maupun produk biasa yang non organik. Malahan, ada sedikit peningkatan resiko terserang penyakit kanker payudara.

Dari penelitian besar-besaran tersebut tidak terdapat adanya bukti bahwa resiko terserang penyakit kanker akan berkurang bila seseorang mengkonsumsi bahan makanan organik secra rutin.

Selama ini, memang ada semacam kekhawatiran bila penggunaan pestisida dalam bidang pertanian akan meningkatkan terjadinya kanker. Namun dari beberapa studi yang telah dilakukan, hal seperti ini masih belum bisa disimpulkan.

Untuk mengurangi paparan dari pertisida, sebenarnya dengan cara mencuci sayuran dan buah dibawah air mengalir akan lebih baik sebelum sayur dan buah tersebut diolah untuk dikonsumsi. Banyak para ilmuwan serta ahli kesehatan yang mengatakan bahwa penyakit kanker dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah faktor pola makan yang tidak seimbang

Mempebanyak konsumsi sayuran dan buah segar sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh kita, terlepas dari sayur dan buah tersebut ditanam secara konvensional maupun secara organik.

sayur-sayuran organik

sayur-sayuran organik

Kebanyak masyarakat lebih memiliki berbagai jenis makanan yang dberi label organik karena ingin dirinya lebih sehat. Namun pada dasarnya bahan pangan organik tidak lebih sehat dari pada pangan konvensional. Bahan pangan organik khususnya buah dan sayur organik memang lebih rendah terpapar pestisida, namun sebenarnya kandungan nutrisi dan vitamin dari produk organik maupun produk konvensional tetap saja sama.

Masyarakat sering memilih jenis makanan produk organik karena berbagai macam alasan khususnya alasan ingin sehat. Banyak sekali orang yang sehat maupun yang sakit yang bertanya tentang alasan kesehatan untuk mengkonsumsi produk organik.

Untuk menjawab pertanyaan seperti itu, seorang ahli kesehatan bernama Smith Spangler beserta timnya menganalisa 200 macam penelitian yang membandingkan kesehatan orang-orang yang mengkonsumsi makanan organik secara rutin dengan orang yang mengkonsumsi makanan konvensional, sert meneliti kandungan nutrisi dari produk organik maupun produk konvensional.

Produk organik maupun produk konvensional yang diteliti, meliputi produk sayuran, buah, susu, daging merah, telur, daging unggas maupun padi-padian.

Kebanyakan penelitian tidak menyebutkan secara spesifik tentang standar apa saja yang terdapat dalam makanan organik, yang membuat harga produk tersebut menjdi lebih tinggi dua kali lipat atau bahkan lebih daripada harga produk konvensional.

Menurut standar Departemen Pertanian Amerika Serikat, pertanian organik seharusnya menghindari penggunaan pestisida sert penyubur tanamn sintetis, penggunaan ormon serta antibiotik. Peternak organik juga diharuskan untuk menyediakan rumput untuk menggembalakan ternaknya.

Sebaliknya, pertanian serta peternakan konvensional lebih sering menggunakan pestisida untuk membunuh hama serta memakai campuran antibiotik dalam pakan ternak untuk meningkatkan berat badan serta mencgah ternak mereka tidak terserang penyakit.

Dari analisa yang dilakukan oleh Smith-Spangler, ditemukan bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan dari jumlah vitamin dalam produk organik maupun produk konvensional, baik itu produk nabati mauun hewani.

Fresh Produce at the SupermarketAda sedikit perbedaan nutrisi pada susu organik serta daging ayam organik yang mengandung omega 3 lebih banyak. Namun, itupun jumlah penemuan tentang hal tersebut masih sedikit.

Namun, perbedaan yang signifikan justru terletak pada jumlah residu pestisida dalam makanan. Hampir seluruh makanan konvensional mengandung residu pestisida, sedangkan pada contoh makanan produk organik, residu pestida yang masih terdapat hanya sekitar 7% dari contoh keseluruhan.

Selain itu, daging ayam serta daging babi organik justru mengandung bakteri yang resisten terhadap antibiotik sekitar 33% lebih sedikit dibandingkan dengan daging ayam maupun daging babi produk konvensional.

Walaupun belum diketahui ada tidaknya pengaruh residu pestisida dalam makanan terhadap kesehatan, ada baiknya bagi para konsumen untuk lebih waspada.

Jadilah konsumen yang cerdas dengan cara memilih makanan yang tidak mengandung pestisida. Masih perlu melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang perbedaan keamanan serta kesehatan antara produk organik dengan produk konvensional. Sehingga masih telalu dini untuk menyimpulkan bahwa produk makanan organik tidak lebih sehat.

Ada banyak sekali faktor penyebab yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk memilih makanan organik. Beberapa orang ada yang lebih suka memilih produk organik karena menyukai rasanya. Namun banyak orang beralih ke makanan organik karena berbagai hal lain, seperti:

  • Pestisida

Masyarakat memilih makanan organis karena kebanyakan tidak menggunakan pestisida. Makanan konvensional kebanyakan menggunakan pestisida untuk melindungi tanaman mereka dari penyakit serta hama. Pestisida yang dipakai bukan tidak mungkin dapat mengkontaminasi makanan.

  • Bahan tambahan

Peraturan dalam pembuatan makanan organik adalah membatasi serta melarang penggunaan bahan tambahan. Sedangkan dalam hal pembuatan makanan konvensional, terkadang masih ditemukan adanya penggunaan bahan tambahan, seperti pemanis buatan, pewarna, pengawet, perasa serta msg.

  • Lingkungan

Pertanian organik dibuat untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya yaitu untuk mengurangi polusi, memperbaiki kualitas tanah serta konservsi air. Jadi bisa dikatakan makanan organik lebih ramah lingkungan.