link5400 link5401 link5402 link5403 link5404 link5405 link5406 link5407 link5408 link5409 link5410 link5411 link5412 link5413 link5414 link5415 link5416 link5417 link5418 link5419 link5420 link5421 link5422 link5423 link5424 link5425 link5426 link5427 link5428 link5429 link5430 link5431 link5432 link5433 link5434 link5435 link5436 link5437 link5438 link5439 link5440 link5441 link5442 link5443 link5444 link5445 link5446 link5447 link5448 link5449 link5450 link5451 link5452 link5453 link5454 link5455 link5456 link5457 link5458 link5459 link5460 link5461 link5462 link5463 link5464 link5465 link5466 link5467 link5468 link5469 link5470 link5471 link5472 link5473 link5474 link5475 link5476 link5477 link5478 link5479 link5480 link5481 link5482 link5483 link5484 link5485 link5486 link5487 link5488 link5489 link5490 link5491 link5492 link5493 link5494 link5495 link5496 link5497 link5498 link5499 link5500 link5501 link5502 link5503 link5504 link5505 link5506 link5507 link5508 link5509 link5510 link5511 link5512 link5513 link5514 link5515 link5516 link5517 link5518 link5519 link5520 link5521 link5522 link5523 link5524 link5525 link5526 link5527 link5528 link5529 link5530 link5531 link5532 link5533 link5534 link5535 link5536 link5537 link5538 link5539 link5540 link5541 link5542 link5543 link5544 link5545 link5546 link5547 link5548 link5549

Mengenal Tentang Makanan Organik

sayuran organik

sayuran organik

Makanan organik yang bebas dari kontaminasi pestisida sekarang ini sering menjadi pilihan bagi orang-orang yang ingin hidup lebih sehat serta terbebas dari penyakit kanker. Namun, dalam sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan organik tidak menjamin kita dapat terhindar dari kanker.

Para peneliti memawancarai 600.000 orang wanita yang berusia diatas 50 tahun tentang makanan yang mereka konsumsi, apakah yang mereka pilih produk organik atau bukan. Lalu kesehatan mereka dimonitor selama 9 tahun.

Dan hasilnya, wanita yang selalu mengkonsumsi sayur dan buah organik memiliki resiko untuk mengidap penyakit kanker tidak lebih rendah bila dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi sayur dan buah organik.

Secara umum tidak tampak adanya perbedaan yang signifikan antara orang-orang yang mengkonsumsi produk organik maupun produk biasa yang non organik. Malahan, ada sedikit peningkatan resiko terserang penyakit kanker payudara.

Dari penelitian besar-besaran tersebut tidak terdapat adanya bukti bahwa resiko terserang penyakit kanker akan berkurang bila seseorang mengkonsumsi bahan makanan organik secra rutin.

Selama ini, memang ada semacam kekhawatiran bila penggunaan pestisida dalam bidang pertanian akan meningkatkan terjadinya kanker. Namun dari beberapa studi yang telah dilakukan, hal seperti ini masih belum bisa disimpulkan.

Untuk mengurangi paparan dari pertisida, sebenarnya dengan cara mencuci sayuran dan buah dibawah air mengalir akan lebih baik sebelum sayur dan buah tersebut diolah untuk dikonsumsi. Banyak para ilmuwan serta ahli kesehatan yang mengatakan bahwa penyakit kanker dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah faktor pola makan yang tidak seimbang

Mempebanyak konsumsi sayuran dan buah segar sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh kita, terlepas dari sayur dan buah tersebut ditanam secara konvensional maupun secara organik.

sayur-sayuran organik

sayur-sayuran organik

Kebanyak masyarakat lebih memiliki berbagai jenis makanan yang dberi label organik karena ingin dirinya lebih sehat. Namun pada dasarnya bahan pangan organik tidak lebih sehat dari pada pangan konvensional. Bahan pangan organik khususnya buah dan sayur organik memang lebih rendah terpapar pestisida, namun sebenarnya kandungan nutrisi dan vitamin dari produk organik maupun produk konvensional tetap saja sama.

Masyarakat sering memilih jenis makanan produk organik karena berbagai macam alasan khususnya alasan ingin sehat. Banyak sekali orang yang sehat maupun yang sakit yang bertanya tentang alasan kesehatan untuk mengkonsumsi produk organik.

Untuk menjawab pertanyaan seperti itu, seorang ahli kesehatan bernama Smith Spangler beserta timnya menganalisa 200 macam penelitian yang membandingkan kesehatan orang-orang yang mengkonsumsi makanan organik secara rutin dengan orang yang mengkonsumsi makanan konvensional, sert meneliti kandungan nutrisi dari produk organik maupun produk konvensional.

Produk organik maupun produk konvensional yang diteliti, meliputi produk sayuran, buah, susu, daging merah, telur, daging unggas maupun padi-padian.

Kebanyakan penelitian tidak menyebutkan secara spesifik tentang standar apa saja yang terdapat dalam makanan organik, yang membuat harga produk tersebut menjdi lebih tinggi dua kali lipat atau bahkan lebih daripada harga produk konvensional.

Menurut standar Departemen Pertanian Amerika Serikat, pertanian organik seharusnya menghindari penggunaan pestisida sert penyubur tanamn sintetis, penggunaan ormon serta antibiotik. Peternak organik juga diharuskan untuk menyediakan rumput untuk menggembalakan ternaknya.

Sebaliknya, pertanian serta peternakan konvensional lebih sering menggunakan pestisida untuk membunuh hama serta memakai campuran antibiotik dalam pakan ternak untuk meningkatkan berat badan serta mencgah ternak mereka tidak terserang penyakit.

Dari analisa yang dilakukan oleh Smith-Spangler, ditemukan bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan dari jumlah vitamin dalam produk organik maupun produk konvensional, baik itu produk nabati mauun hewani.

Fresh Produce at the SupermarketAda sedikit perbedaan nutrisi pada susu organik serta daging ayam organik yang mengandung omega 3 lebih banyak. Namun, itupun jumlah penemuan tentang hal tersebut masih sedikit.

Namun, perbedaan yang signifikan justru terletak pada jumlah residu pestisida dalam makanan. Hampir seluruh makanan konvensional mengandung residu pestisida, sedangkan pada contoh makanan produk organik, residu pestida yang masih terdapat hanya sekitar 7% dari contoh keseluruhan.

Selain itu, daging ayam serta daging babi organik justru mengandung bakteri yang resisten terhadap antibiotik sekitar 33% lebih sedikit dibandingkan dengan daging ayam maupun daging babi produk konvensional.

Walaupun belum diketahui ada tidaknya pengaruh residu pestisida dalam makanan terhadap kesehatan, ada baiknya bagi para konsumen untuk lebih waspada.

Jadilah konsumen yang cerdas dengan cara memilih makanan yang tidak mengandung pestisida. Masih perlu melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang perbedaan keamanan serta kesehatan antara produk organik dengan produk konvensional. Sehingga masih telalu dini untuk menyimpulkan bahwa produk makanan organik tidak lebih sehat.

Ada banyak sekali faktor penyebab yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk memilih makanan organik. Beberapa orang ada yang lebih suka memilih produk organik karena menyukai rasanya. Namun banyak orang beralih ke makanan organik karena berbagai hal lain, seperti:

  • Pestisida

Masyarakat memilih makanan organis karena kebanyakan tidak menggunakan pestisida. Makanan konvensional kebanyakan menggunakan pestisida untuk melindungi tanaman mereka dari penyakit serta hama. Pestisida yang dipakai bukan tidak mungkin dapat mengkontaminasi makanan.

  • Bahan tambahan

Peraturan dalam pembuatan makanan organik adalah membatasi serta melarang penggunaan bahan tambahan. Sedangkan dalam hal pembuatan makanan konvensional, terkadang masih ditemukan adanya penggunaan bahan tambahan, seperti pemanis buatan, pewarna, pengawet, perasa serta msg.

  • Lingkungan

Pertanian organik dibuat untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya yaitu untuk mengurangi polusi, memperbaiki kualitas tanah serta konservsi air. Jadi bisa dikatakan makanan organik lebih ramah lingkungan.