Meningkatnya Kasus Dan Cara Mencegah Penyakit Hepatitis B

organ hati

organ hati

Kasus penularan penyakit hepatitis B di Indonesia nampaknya semakin meningkat. Padahal sudah ada program vaksinasi yang bertujuan untuk mencegah penularan virus penyakit hepatitis B sejak tahun 1997. Dan tampaknya cakupan imunisasi hepatitis B perlu untuk diperluas di seluruh provinsi di Indonesia.

Pemberian vaksin hepatitis B terbukti efektif, bahkan sudah diproduki sendiri di Indonesia. Yang menjadi masalah saat ini adalah cakupan pemberian imunisasi hepatitis yang masih belum cukup meluas, khususnya pada bayi yang baru lahir. Obat-obatan untuk pencegahan hepatiti B juga sudah ada, namun masih belum disubsidi secara penuh oleh pemerintah.

Penularan penyakit hepatitis B dari ibu pada bayinya merupakan cara yang paling utama di Indonesia yang menyebabkan terjadinya peningakatan angka kasus hepatitis B. Selain itu, resiko penularan hepatitis B melalui jarum suntik di fasilitas layanan kesehatan juga sangat tinggi sekali.

Berdasarkan data epidemiologi, di Jawa prevalensi hepatitis B sudah diatas 2,5 %. Di luar Jawa angka prevalensinya jauh lebih tinggi lagi, seperti di Papua sendiri angkanya lebih dari 15%.

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013, jenis penyakit hepatitis yang banyak terjadi di Indonesia, adalah hepatitis B yang mencapai angka 21,8% diusul dengan hepatitis A yang angkanya mencapai 19,3%.

Hepatitis B dapat menyebabkan munculnya hepatitis kronis hingga sirosis hati serta kanker hati. Ada juga manifetasi atau bentuk lain dari hepatitis B di luar organ hati, meliputi kulit serta persendian. Dampak dari penyakit hepatitis B sangat serius sekali karena dapat menyebabkan kematian.

Langkah pencegahan merupakan hal yang paling penting untuk mengurangi tingginya kasus penyakit hepatitis B. Maka dari itu, pada tahun 2014 telah dilakukan imunisasi hepatitis B di semua provinsi melalui program vaksin pentavalen.

Vaksin pentavalen sendiri merupakan gabungan dari 5 antigen, yaitu vaksin DPT atau Difteri, Pertusis dan Tetanus, vaksin Hepatitis B serta vaksin Hib dalam satu suntikan. Tahun lalu imunisasi seperti ini telah dilakukan di 9 provinsi di Indonesia.

Menurut anggota Komite Ahli Hepatitis Kemkes, David Handojo Mulyono, angka kasus kematian tertinggi di Asia Pasifik disebabkan oleh penyakit hepatitis, dan 75% diantaranya disebabkan oleh penyakit hepatitis B.

Sayangnya, pencegahan hepatitis B terkendala karena kurangnya kesadaran dari masyarakat, minimnya data dan informasi mengenai penyakit hepatitis serta biaya berobat yang relatif mahal. Selain itu, sejauh ini penanganan penyakit hepatitis masih belum menjadi prioritas.

penularan hepatitis B

penularan hepatitis B

Kebanyakan kasus penyakit hepatitis terjadi di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa ada sekitar 25 juta penduduk di Indonesia yang mengidap penyakit hepatitis B serta hepatitis C dan 12,5 juta penduduk yang mengalami hepatitis telah meningkat dan berkembang ke tahap kronis.

Penyakit hepatitis yang kebanyakan menyerang organ hati ini, masih belum mendapat banyak perhatian. Padahal, jumlah pengidap penyakit hepatitis sendiri semakin lama semakin meningkat. Apalagi masih terdapat beberapa karier atau pembawa virus hepatitis yang tidak menampakan gejala klinis yang signifikan sehingga orang tersebut tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi serta berpotensi untuk menularkan hepatitis pada orang lain.

Indonesia sudah termasuk dalam negara endemi tingkat sedang sampai tinggi dengan angka penyebaran hepatitis mencapai 8%. Semakin ke timur, maka jumlah penyebarannya semakin tinggi. Seperti yang kita ketahui bersama, hepatitis dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satu penyebab utama dari penyakit hepatitis kronis yang paling umum adalah karena infeksi virus hepatitis.

Orang-orang yang rentan terserang virus hepatitis adalah orang-orang yang berusia muda serta orang-orang dewasa karena cenderung memiliki tingkat aktivitas yang relatif tinggi. Tingginya aktivitas tidak disertai dengan perhatian yang cukup pada segi kebersihan. Selain itu, orang-orang yang daya tahan fisiknya menurun juga rentan sekali tertular hepatitis.

Penggunaan narkoba lewat jarum suntik dari orang yang telah terinfeki hepatiti juga bisa menjadi media penularan dari penyakit hepatitis. Penyakit hati termasuk penyakit hepatitis, sekarang telah menyebabkan kematian nomor dua di Indonesia. Dampaknya bahkan lebih besar daripada penularan penyakit HIV.

imunisasi hepatitis B

imunisasi hepatitis B

Sebenarnya, penyakit hepatitis B masih bisa dicegah dengan pemberian vaksin hepatitis B. Vaksin hepatitis B memiliki tingkat efektivitas mencapai 95% untuk mencegah terjadinya infeksi virus hepatitis B. Vaksin ini umumnya diberikan pada bayi sekitar 4 jam setelah dilahirkan.

Jika pemberian vaksin hepatitis ini sampai terlambat, maka akan ada kemungkinan bayi tersebut akan tertular hepatitis. Maka dari itu, begitu bayi tersebut sudah agak besar maka sebaiknya diperiksa lagi untuk memastikan ada tidaknya infeksi virus hepatitis B.

Hepatitis B merupakan peradangan sel-sel hati karena adanya virus yang nantinya akan menyebabkan kanker hati. Penularan dari penyakit hepatitis umumnya terjadi dari seorang ibu ke bayi ketika ibu tersebut dalam proses persalinan, maupun melalui hubungan seksual serta tranfusi darah.

Berdasarkan hasil dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, virus hepatitis B menjangkiti 9,4% penduduk di Indonesia, jadi dapat dikatakan bahwa penyakit hepatitis B sudah menjangkiti sekitar 22 juta jiwa di Indonesia pada saat itu.

Orang-orang yang beresiko terserang penyakit hepatitis B, adalah ibu hamil, petugas kesehatan, pengguna narkoba, pelaku hubungan seksual yang tidak aman, pasien yang sedang menjalani terapi cuci darah serta pasien tranplantasi organ. Selain itu, orang yang salah satu anggota keluarganya mengidap penyakit hepatitis B juga sangat beresiko tertular penyakit hepatitis B.

Hepatitis B merupakan masalah kesehatan global, karena semakin banyaknya jumlah pengidap penyakit hepatitis. Bahkan setiap tahunnya diperkirakan ada sekitar 1 juta orang meninggal disebabkan oleh penyakit hepatitis.