Obesitas Dan Kebiasaan Yang Dapat Mempercepat Penuaan

kelebihan berat badan atau obesitas

kelebihan berat badan atau obesitas

Belakangan ini, kasus kegemukan atau obesitas telah mewabah di seluruh penjuru dunia. Obesitas tersebut biasanya langsung tampak pada bagian perut yang membuncit serta bagian dada membesar pada pria.

Kondisi perut buncit serta dada yang membesar karena obesitas pada pria yang usianya masih kisaran 30an akan membuat umur fisiologisnya menjadi sama dengan pria yang telah berusia 60an. Jika tidak segera ditangani serta diobati maka bisa dipastikan bahwa orang tersebut tidak akan berumur panjang.

Orang-orang yang mengalami obesitas cenderung tidak akan dapat berumur panjang karena adanya berbagai potensi penyakit yang tersembunyi dibalik tubuhnya yang gemuk. Dari gambaran seperti perut yang buncit sudah dapat diprediksi sekitar 70 macam penyakit yang akan terjadi, diantaranya gangguan toleransi glukosa, kolesterol, hipertensi serta peningkatan glukosa dalam darah.

Dengan kondisi tubuh yang gemuk, maka berbagai penyakit yang biasanya terjadi pada orang-orang yang sudah berusia 60an seperti diabetes, penyakit jantung maupun stroke akan terjadi.

Maka dari itu, orang-orang yang masih berusia 30an yang mengalami obesitas sebenarnya memiliki usia fisiologis 60 tahun. Usia fisiologis merupakan usia yang berdasarkan pada fungsi-fungsi tubuh yang sudah bermasalah pada usia 30an.

Sebaliknya, biasa saja seorang pria yang berusia 60an memiliki usia fisiologis 30 tahun karena fungsi-fungsi tubuhnya yang masih bagus. Hal seperti ini bisa dicapai dengan cara mempelajari ilmu antiaging.

obesitas dan penuaan dini

obesitas dan penuaan dini

Ilmu antiaging atau ilmu antipenuaan merupakan sebuah ilmu yang baru di dunia kedokteran. Dari segi ilmu antiaging, penuaan memiliki kedudukan yang sama dengan penyakit, sehingga bisa dihambat maupun dicegah.

Secara kronologis, manusia mengalami pertambahan usia. Namun hal seperti ini bukan berarti bahwa seseorang harus menua karena mengalami suatu penyakit. Meskipun umur terus bertambah, kualitas hidup harus tetap prima karena kesehatan yang prima.

Kita bisa mencegah serta menghambat terjadinya penuaan dengan melakukan pola hidup sehat sehari-hari. Pola hidup sehat bisa dimulai dari memilih makanan yang diasup sehari-hari.

Jenis makanan yang masuk ketubuh kita setiap hari akan sangat mempengaruhi cepat atau lambatnya proses penuaan pada diri kita. Para pakar kesehatan juga mengatakan bahwa asupan makanan yang melebihi kebutuhan tubuh kita justru akan membuat penampilan kita jadi lebih cepat tua.

Kelebihan makanan serta minuman selain menyebabkan meningkatnya berat badan juga akan memperbanyak jumlah radikal bebas dalam tubuh kita.

Menurut teori radikal bebas, penuaan dini terjadi karena adanya molekul oksigen reaktif yang terikat pada sel-sel dalam tubuh kita. Asupan makanan yang berlebihan akan dikonversi oleh tubuh kita menjadi glukosa. Glukosa ini nantinya akan dikonversi kembali menjadi energy dalam bentuk sitoplasma.

Kadar glukosa yang berlebihan nantinya akan menjadi molekul oksigen reaktif atau biasa disebut radikal bebas yang nantinya akan menyebabkan penuaan dini serta berbagai macam penyakit berbahaya, seperti kanker.

Dalam kenyataannya, ada sebagain orang yang tampak lebih muda daripada usianya. Namun ada juga orang yang usianya masih muda namun tampak lebih tua. Penuaan memang tidak dapat kita hindari, namun cepat atau lambatnya penuaan pada seseorang tergantung dari gaya hidup serta kebiasaannya.

Penuaan tidak hanya terjadi pada wajah dan kulit saja. Penuaan juga bisa terjadi pada sel-sel dalam tubuh kita. Penuaan pada sel-sel tubuh cepat atau lambat akan meningkatkan resiko terjadinya berbagai penyakit yang berbahaya.

Berbagai kebiasaan yang dapat mempercepat proses penuaan, meliputi:

  • Menggunakan sabun mandi untuk wajah

Kulit kita memiliki lapisan alami yang berfungsi untuk melindungi serta menjaga kesehatan kulit. Sabun mandi biasanya mengandung bahan-bahan yang tidak cocok untuk kulit wajah.

Bila anda terbiasa menggunakan sabun mandi untuk membersihkan wajah nantinya akan merusak lapisan kulit pada bagian wajah serta membuat kulit wajah menjadi kering. Kulit wajah yang kering akan rentan mengalami keriput sehingga wajah anda menjadi cenderung tampak tua.

  • Pola makan yang tidak sehat

penuaan diniTerlalu banyak mengkonsumsi lemak, daging olahan serta berbagai macam makanan yang tidak sehat lainnya akan menambah berat badan serta ukuran pinggang anda. Sudah jelas, kondisi seperti ini akan mempengaruhi penampilan anda secara keseluruhan.

 

Maka dari itu, sebaiknya kurangi konsumsi makanan yang tidak sehat dan mulai memperbanyak asupan makanan yang alami seperti sayur serta buah-buahan yang nantinya akan memberikan anda berbagai nutrisi serta antioksidan yang sangat bermanfaat bagi tubuh anda.

  • Begadang

Kebiasaan buruk seperti begadang akan meningkatkan resiko pada kesehatan anda seperti obesitas serta penyakit jantung. Selain itu, kebiasaan begadang juga akan mempengaruhi fungsi organ tubuh secara keseluruhan termasuk kulit.

  • Tidak menggunakan tabir surya

Tidak menggunakan tabir surya juga akan sangat beresiko pada kulit kita. Radiasi sinar ultraviolet dari matahari akan menyebabkan jaringan kolagen serta elastisitas kulit kita menjadi rusak.

Sehingga kulit kita jadi lebih cepat keriput. Menggunakan tabir surya dapat melindungi kulit kita dari bahaya radiasi sinar ultraviolet yang sangat buruk bagi kesehatan kulit kita.

  • Tidak pernah berolahraga

Melakukan olahraga minimal 30 menit secara rutin akan melancarkan sirkulasi darah. berolahraga juga dapat membuat otot serta kulit kita menjadi lebih kencang. Kulit yang kencang akan terhindar dari keriput. Maka dari itu, agar anda tampak awet muda, lakukanlah olahraga secara rutin setiap hari.

  • Merokok

Kebiasaan seperti merokok sangat buruk bagi kesehatan tubuh dan juga kulit kita. Kebiasaan merokok akan mempengaruhi fungsi sel tubuh yang nantinya akan mengganggu fungsi sel-sel kulit juga. Bahkan ada yang mengatakan bahwa perokok beresiko 10 kali lebih besar mengalami masalah keriput daripada orang yang bukan perokok.