Peningkatan Penderita Jantung Koroner Pada Usia Produktif

 

letak jantung

letak jantung

Penyakit jantung koroner telah dikenal sebagai penyakit yang dapat mengakibatkan kematian nomor 1 di dunia. Saat ini, penyakit jantung koroner bukan saja di derita oleh orang-orang yang berusia lanjut, namun bisa juga menyerang orang-orang yang berusia produktif.

Sebenarnya, penyakit ini termasuk dalam golongan penyakit yang tidak menular, namun mulai menyerang orang-orang yang masih dalam usia produktif. dan bahkan jumlahnya semakin hari semakin meningkat dengan cepat.

Sekarang ini, kasus penyakit jantung semakin meningkat secara signifikan. Dan ternyata sekarang justru mulai menyerang pada orang-orang yang masih berusia 38 tahun.

Seperti yang kita ketahui, dalam literatur kedokteran, penyakit jantung koroner umumnya menyerang pada pria yang berumur 40 tahun serta wanita yang berumur 55 tahun.

Penyakit jantung yang terjadi pada orang-orang dalam usia produktif umumnya disebabkan karena faktor gaya hidup, faktor stres, faktor lingkungan yang tidak sehat, serta faktor pola makan makan seperti terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji.

serangan jantung

serangan jantung

Tidak main-main, jika dibandingkan dengan tahun 2012 jumlah penderita penyakit jantung saat ini mulai meningkat sekitar 20 hingga 30% persen jumlahnya. Maka dari itu, penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian yang utama di Indonesia yang menimpa orang-orang yang masih dalam usia produktif.

Berdasarkan dari data Federasi Jantung Dunia, kasus kematian akibat dari penyakit jantung menunjukkan angka 17, 1 juta orang per tahunnya. Dan asal tahu saja, jumlah ini sebenarnya empat kali dari jumlah penduduk di Singapura.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan catatan dari Yayasan Jantung Indonesia, prevalensinya antara 7 hingga 12 % per tahunnya. Yang artinya, paling sedikit 16,8 juta jiwa penduduk di Indonesia yang mengidap penyakit jantung dari 240 juta penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 50% kasus penyakit jantung di idap oleh orang-orang yang berusia antara 30 hingga 50 tahun.

Kebiasaan merokok, konsumsi minuman keras, kurangnya berolah raga serta makanan berlemak merupakan faktor resiko dari gangguan jantung yang di derita para usia muda.

Hal seperti ini jelas-jelas sangat merugikan, tidak hanya dari segi medis namun juga dari segi sosial ekonomi. Penyakit yang terjadi pada usia produktif tentunya akan membuat keluarga kehilangan pencari nafkah serta membuat negara kehilangan pekerja dengan sia-sia.

Membiasakan diri untuk melakukan pola hidup sehat serta konsumsi suplemen kesehatan akan dapat mencegah berbagai penyakit khususnya penyakit jantung.