Penyakit Yang Muncul Karena Obesitas

mengukur berat badan

Semua orang dapat mengalami obesitas baik itu tua maupun muda.

Dan umumnya obesitas akan mencapai puncaknya pada seseorang yang berusia 40 hingga 49 tahun.

Obesitas pada pria umumnya terjadi pada daerah perut sehingga perutnya tampak membuncit. Keadaan seperti inilah yang biasanya disebut sebagai obesitas sentral, yaitu adanya penimbunan lemak pada bagian perut.

Para ahli dibidang kesehatan mengatakan bahwa orang yang mengalami obesitas sentral akan mudah sekali terserang penyakit degeneratif. Karena mengalami adanya penurunan fungsi pada sel-sel tubuh. Dari keadaan normal menjadi buruk dan akan terus berlangsung secara kronis.

Salah satu penyakit karena obesitas, yang umum sekali diderita adalah penyakit diabetes mellitus, yang merupakan penyakit menahun akibat meningginya kadar gula dalam darah akibat dari gangguan sekresi maupun kinerja insulin.

Untuk mencegah resiko terserang penyakit degeneratif karena obesitas, prinsipnya yaitu mengurangi asupan energi serta meningkatkan pengeluaran energi dengan cara mengatur pola makan, meningkatkan aktifitas fisik serta memperbaiki gaya hidup.

Langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan, adalah:

  • Mengembangkan diet secara variatif dan berimbang serta tidak berlebihan.
  • Makanan yang dikonsumsi haruslah menyediakan semua kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang mencukupi.

Orang yang mengalami obesitas sentral dapat diketahui secara langsung dengan adanya penumpukan lemak visceral yang berlebihan pada bagian perut dan sekitar perutnya.

Obesitas sertal merupakan salah satu dari gejala utama penyakit kardiovaskular seperti pembuluh darah dan jantung serta sindrom resistensi insulin.

Pada prianya ditandai dengan lingkar perut lebih dari 90 cm, sedangkan wanitanya ditandai dengan lingkat perut lebih dari 80 cm.

lemak yang berlebihan pada bagian perut

Atau dengan cara memeriksa atau mengukur rasio pinggang — pinggul atau disebut dengan metode waist to hip ratio.

Pria dengan rasio pinggang — pinggul lebih dari 0,1, sedangkan wanita dengan rasio pinggang — pinggul lebih dari 0,8 akan memiliki resiko kesehatan yang lebih tinggi akibat dari distribusi lemak pada tubuhnya.

Kami akan memberika bahaya serta resiko yang dapat ditimbulkan yang disebabkan karena obesitas bagi kesehatan anda, seperti di bawah ini:

  • Kematian Dini

Menurut seorang peneliti dari CDC atau Centers for Disease Control menyatakan bahwa, sekitar 300.000 kasus kematian per tahun di Amerika diperkirakan terjadi berhubungan dengan obesitas. Orang yang mengalami berat badan berlebih akan memiliki 50 hingga 100% peningkatan resiko kematian secara dini jika dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki berat badan yang sehat.

  • Penyakit jantung

Resiko berbagai penyakit seperti serangan jantung, gagal jantung kongestif, kematian secara mendadak, angina, maupun nyeri dada, umumnya akan meningkat pada orang yang mengalami obesitas. Obesitas juga berhubungan dengan tekanan darah tinggi, kadar trigliserida atau lemak jahat yang tinggi serta penurunan kolesterol baik

  • Stroke

Penyempitan pembuluh darah atau aterosklerosis, yang dapat menyebabkan pembekuan darah merupakan suatu kondisi yang umumnya mengawali kasus serangan stroke. Munculnya aterosklerosis dipicu oleh hipertensi, kolesterol tinggi, merokok, serta kurang berolahraga. Obesitas juga berkaitan dengan diet atau pola makan yang tinggi akan lemak, meningkatnya tekanan darah, serta kurangnya berolahraga. Maka, obesitas saat ini dianggap sebagai faktor resiko sekunder yang sangat penting dari terjadinya penyakit stroke.

  • Diabetes Tipe 2

Naiknya berat badan walaupun hanya sebesar 5 hingga 10 kg dari kisaran berat badan yang sehat, akan meningkatkan seseorang terserang diabetes tipe 2 sebesar dua kali lipatjika dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami berat badan. Sekitar lebih dari 80% pengidap diabetes diketahui memiliki kelebihan berat badan.

  • Kanker.

Obesitas berkaitan dengan meningkatnya resiko beberapa jenis penyakit kanker, termasuk kanker endometrium atau kanker lapisan rahim, kanker usus besar, kandung empedu, prostat, ginjal, serta kanker payudara pasca menopause. Wanita yang mengalami peningkatan dalam berat badan lebih dari 10 lg saat dari umur 18 tahun hingga umur paruh baya akan meningkatkan resiko terserang kanker payudara pasca menopause sebesar dua kali lipat, jika dibandingkan dengan wanita yang berat badannya tetap dalam keadaan stabil.

  • Perlemakan hati.

Penyebab utama dari penyakit perlemakan hati non alkoholik ialah resistensi hormon insulin, sebuah gangguan metabolisme dimana sel-sel mejadi tidak peka terhadap efek insulin. Salah satu faktor resiko yang sangat umum terjadinya resistensi hormon insulin adalah obesitas, terutama obesitas sentral. Dalam studi telah menunjukkan bahwa ada hubungan yang erat antara derajat kerusakan hati dengan obesitas.

  • Penyakit kandung empedu.

Orang yang mengalami obesitas akan memiliki resiko batu empedu tiga kali lebih besar jika dibandingkan dengan orang yang berat badannya tetap stabil. Umunya wanita lebih banyak terserang jika dbandingkan dengan pria. Semakin tinggi umur seseorang maka semakin tinggi juga resiko terserang batu kandung empedu ini. Umumnya menyerang pada seseorang yang umurnya diatas 40 tahun.

  • Ganguan pernapasan

Disebut juga dengan nama obstructive sleep apnea atau gangguan pernapasan saat tidur, lebih umum terjadi pada seseorang yang mengalami kelebihan berat badan. Obesitas dikaitkan dengan meningkatnya resiko penyakit pernapasan seperti asma, bronkitis berat, besiktas sindrom hipoventilasiserta insufisiensi pernapasan.

  • Artritis

penyakit karena obesitas

Gangguan pada muskuloskeletal, termasuk osteoarthritis, jauh lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas, terutama pada orang yang didiagnosis mengalami obesitas kronis. Studi kesehatan menunjukkan bahwa obesitas adalah pediktor yang sangat kuat untuk gejala osteoarthritis, terutama pada bagian lutut. Resiko osteoartritis akan meningkat setiap kenaikan 1 kg berat badan.

  • Ibu hamil dan bayi

Obesitas memberikan dampak yang buruk pada kesehatan, baik ibu maupun bayi yang baru lahir, baik selama serta setelah kehamilan. Obesitas di saat hamil akan berkaitan dengan resiko kematian yang lebih tinggi mabik pada ibu maupun pada bayinya. Hal seperti ini juga dapat menimbulkan resiko tekanan darah tinggi pada sang ibu, sebesar 10 kali lipat. Obesitas di masa kehamilan juga sangat berhubungan dengan peningkatan resiko bayi yang terlahir cacat seperti spina bifida atau sebuah bentuk kelainan pada tulang belakang. Masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitasyang terjadi setelah melahirkan termasuk resiko yang lebih tinggi terhadap luka maupun infeksi endometrium, endometritis serta infeksi pada saluran kemih.

  • Dampak psikologis serta sosial

Dampak emosional mungkin salah satu bagian yang sangat menyakitkan bagi orang yang mengalami obesitas. Masyarakat saat ini lebih menekankan pada penampilan fisik yang identik dengan langsing, terutama bagi para wanita. Hal ini akan membuat orang yang mengalami obesitas menjadi merasa tidak menarik.

  • Mengurangi derajat kesehatan

Semakin bertambahnya berat badan maka dapat mengurangi derajat kesehatan seseorang. Jadi, dengan cara mengurangi berat badan hingga 10% saja, akan dapat mengurangi kemungkinan akan terserang penyakit stroke serta penyakit jantung. Dengan menurunkan berat badan dapat menurunkan resiko penyakit jantung dengan cara memperbaiki kerja jantung anda, tekanan darah anda, kadar kolesterol darah serta trigliserida dalam tubuh anda. Dalam studi telah menujukkan bawah dengan cara mengurangi berat badan 5 hingga 10 kg berat badan anda bila anda mengalami obesitas akan dapat meningkatkan derajat kesehatan anda.

Oleh karena itu, anda diharuskan untuk menjaga berat badan anda serta mencegah terjadinya oebsitas sedini mungkin agar anda mendapatkan kesehatan yang optimal.

Karena obesitas dapat memberikan banyak sekali dampak yang buruk, baik pada kesehatan fisik maupun secara psikologis.