link3900 link3901 link3902 link3903 link3904 link3905 link3906 link3907 link3908 link3909 link3910 link3911 link3912 link3913 link3914 link3915 link3916 link3917 link3918 link3919 link3920 link3921 link3922 link3923 link3924 link3925 link3926 link3927 link3928 link3929 link3930 link3931 link3932 link3933 link3934 link3935 link3936 link3937 link3938 link3939 link3940 link3941 link3942 link3943 link3944 link3945 link3946 link3947 link3948 link3949 link3950 link3951 link3952 link3953 link3954 link3955 link3956 link3957 link3958 link3959 link3960 link3961 link3962 link3963 link3964 link3965 link3966 link3967 link3968 link3969 link3970 link3971 link3972 link3973 link3974 link3975 link3976 link3977 link3978 link3979 link3980 link3981 link3982 link3983 link3984 link3985 link3986 link3987 link3988 link3989 link3990 link3991 link3992 link3993 link3994 link3995 link3996 link3997 link3998 link3999 link4000 link4001 link4002 link4003 link4004 link4005 link4006 link4007 link4008 link4009 link4010 link4011 link4012 link4013 link4014 link4015 link4016 link4017 link4018 link4019 link4020 link4021 link4022 link4023 link4024 link4025 link4026 link4027 link4028 link4029 link4030 link4031 link4032 link4033 link4034 link4035 link4036 link4037 link4038 link4039 link4040 link4041 link4042 link4043 link4044 link4045 link4046 link4047 link4048 link4049

Penyebab Dan Gejala Polimialgia Reumatik

gejala polimialgia rematik

gejala polimialgia rematik

Penyakit polymyalgia rheumatica diambil dari kata “polymyalgia” dari bahasa Yunani, yang artinya “rasa sakit pada banyak otot”. Penyakit polimialgia rematik sering disingkat menjadi PMR, dan termasuk salah satu jenis penyakit rematik.

Polimyalgia rematik merupakan suatu sindrom kekakuan atau rasa nyeri yang umumnya terjadi pada bagian bahu, leher serta pinggul. Rasa sakit dan nyeri bisa terjadi secara mendadak, atau bisa juga terjadi secara bertahap selama beberapa jam. Kemungkinan, polimialgia terjadi karena adanya peradangan pada pembuluh darah yang biasa disebut arteritis temporal.

Kebanyakan orang yang mengidap polimialgia akan merasakan rasa sakit disertai nyeri pada bagian bahu, leher serta pinggulnya di pagi hari. Namun ada juga kasus polimialgia yang terjadi di malam hari. Pengidap polimialgia rematik kemungkinan juga mengalami arteritis temporal, yaitu suatu peradangan darah pada bagian wajah yang nantinya dapat memicu terjadinya kebutaan bila tidak segera ditangani.

Penyakit polimialgia rematik sering terjadi pada orang-orang dewasa serta orang-orang yang sudah lanjut usia dan cenderung lebih sering terjadi pada wanita. Polimialgia juga bisa saja merupakan suatu manifestasi atau akibat dari penyakit lain. Namun ada juga polimialgia yang terjadi tanpa ada penyebab yang pasti. Polimialgia yang terjadi tanpa penyebab pasti disebut juga dengan nama polimialgia reumatik primer.

Sampai sekarang para ahli kesehatan masih belum bisa mengetahui dengan pasti apa penyebab dari adanya penyakit polimialgia rematik. Rasa nyeri dan kaku yang terjadi umumnya lebih disebabkan oleh system kekebalan tubuh dalam melawan sel-sel penyebab peradangan serta protein.

Sel-sel penyebab peradangan terkumpul di jaringan sekitar sendi yang terkena. Selama gangguan ini terjadi, sel darah putih dalam tubuh menyerang lapisan sendi sehingga menyebabkan peradangan.

letak arteri temporal

letak arteri temporal

Selain itu, kemungkinan factor keturunan juga ikut berperan dalam pengembangan penyakit polimialgia. Teori lain adanya penyakit polimialgia rematik kemungkinan karena adanya perang antara system kekebalan tubuh dengan virus tertentu yang justru menstimulasi gangguan pada seseorang yang rentan secara genetis.

Penyakit-penyakit menular tertentu juga bisa saja merupakan factor pemicu dari polimialgia rematik. Sebab dalam beberapa kasus penyakit polimialgia rematik muncul karena adanya pernana virus tertentu.Beberapa virus tertentu, seperti adenovirus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan serta virus parainfluenza yang dapat mempengaruhi siapa saja.

Orang-orang yang memiliki leukosit antigen HLA-DR4 juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan polimialgia rematik. Kemungkinan lain dari adanya polimialgia rematik merupakan pertanda dari adanya kepekaan terhadap makanan tertentu.

Karena polimialgia berhubungan dengan peradangan pada arteritis di bagian kepala, maka serangannya bisa menyebabkan beberapa gejala seperti gangguan penglihatan, sakit kepala yang luar biasa serta rasa nyeri dibagian rahang.

Berbagai gejala lain dari penyakit polimialgia rematik yang sering terjadi pada bagian tubuh, meliputi:

  • Rasa nyeri dan kaku dibagian bahu
  • Rasa nyeri dan kaku pada bagian leher, lengan atas, pinggul, pantat bahkan terkadang sampai ke paha
  • Rasa nyeri dan kaku sering terjadi pada pagi hari maupun setelah lama tidak beraktivitas
  • Keterbatasan gerak pada bagian yang sakit
  • Terkadang ada nyeri dan kaku pada pergelangan tangan maupun lutut
  • Rasa nyeri dan sakit pada seluruh anggota badan
  • Terkadang juga disertai dengan demam ringan
  • Rasa lelah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Turunnya berat badan
  • Terkadang juga disertai dengan depresi

Gejala utama dari polimialgia rematik paling sering terjadi pada bagian leher, bahu, lengan atas, pinggang, pinggul serta punggung bagian bawah. Rasa nyeri dan kaku yang terjadi dapat mengganggu istirahat maupun tidur, namun tidak disertai dengan adanya kelelahan otot. Pada pemeriksaan secara fisik tidak ditemukan adanya kelainan secara signifikan pada bagian luar tubuh.

Dalam pemeriksaan laboratorium, polimialgia rematik sering ditmeukan adanya gangguan, seperti anemia normokrom atau normositik ringan, leukositosis ringan serta tingginya LED. Sedangkan dalam pemeriksaan radiology foto sendi umumnya tampak normal dan biasa saja.

gejala nyeri pada bahu

gejala nyeri pada bahu

Untuk pemeriksaan tentang ada tidaknya penyakit polimialgia rematik umumnya tindakan biopsy pada jaringan otot tidak diperlukan. Meskipun melakukan tindakan biopsy, tetap saja tidak dapat menunjukkan adanya kerusakan otot.

Polimialgia umumnya dapat diobati dengan pemberian obat kortikosteroid oral. Biasanya, orang-orang yang mengidap polimialgia rematik perlu mengkonsumsi obat kortikosteroid oral selama dua sampai tiga tahun lamanya.

Bila penyakit polimialgia rematik disertai dengan adanya arteritis temporal, maka diperlukan penggunaan kortikosteroid dalam dosis yang lebih tinggi. Bila berbagai gejala yang terjadi mulai mereda, maka dosis pemakaian obat kortikosteroid oral diturunkan secara bertahap.

Mayoritas pengidap polimialgia rematik dapat menghentikan pemakaian obat kostikosteroid tersebut dalam waktu 2 sampai 4 tahun. Namun ada juga pengidap polimialgia rematik yang tetap diharuskan untuk mengkonsumsi kortikosteroid dalam waktu yang lebih lama dan tentunya dalam dosis yang kecil.

Obat-obatan anti peradangan non-steroid maupun aspirin juga dapat meredakan gejala dari penyakit polimialgia rematik. Biasanya, penyakit polimialgia rematik akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu sampai dua tahun. Namun obat-obatan serta tindakan perawatan diri tetap diperlukan, karena bertujuan untuk meningkatkan serta mempercepat proses pemulihan penyakit polimialgia rematik.