Penyebab Dan Gejala Polimialgia Reumatik

gejala polimialgia rematik

gejala polimialgia rematik

Penyakit polymyalgia rheumatica diambil dari kata “polymyalgia” dari bahasa Yunani, yang artinya “rasa sakit pada banyak otot”. Penyakit polimialgia rematik sering disingkat menjadi PMR, dan termasuk salah satu jenis penyakit rematik.

Polimyalgia rematik merupakan suatu sindrom kekakuan atau rasa nyeri yang umumnya terjadi pada bagian bahu, leher serta pinggul. Rasa sakit dan nyeri bisa terjadi secara mendadak, atau bisa juga terjadi secara bertahap selama beberapa jam. Kemungkinan, polimialgia terjadi karena adanya peradangan pada pembuluh darah yang biasa disebut arteritis temporal.

Kebanyakan orang yang mengidap polimialgia akan merasakan rasa sakit disertai nyeri pada bagian bahu, leher serta pinggulnya di pagi hari. Namun ada juga kasus polimialgia yang terjadi di malam hari. Pengidap polimialgia rematik kemungkinan juga mengalami arteritis temporal, yaitu suatu peradangan darah pada bagian wajah yang nantinya dapat memicu terjadinya kebutaan bila tidak segera ditangani.

Penyakit polimialgia rematik sering terjadi pada orang-orang dewasa serta orang-orang yang sudah lanjut usia dan cenderung lebih sering terjadi pada wanita. Polimialgia juga bisa saja merupakan suatu manifestasi atau akibat dari penyakit lain. Namun ada juga polimialgia yang terjadi tanpa ada penyebab yang pasti. Polimialgia yang terjadi tanpa penyebab pasti disebut juga dengan nama polimialgia reumatik primer.

Sampai sekarang para ahli kesehatan masih belum bisa mengetahui dengan pasti apa penyebab dari adanya penyakit polimialgia rematik. Rasa nyeri dan kaku yang terjadi umumnya lebih disebabkan oleh system kekebalan tubuh dalam melawan sel-sel penyebab peradangan serta protein.

Sel-sel penyebab peradangan terkumpul di jaringan sekitar sendi yang terkena. Selama gangguan ini terjadi, sel darah putih dalam tubuh menyerang lapisan sendi sehingga menyebabkan peradangan.

letak arteri temporal

letak arteri temporal

Selain itu, kemungkinan factor keturunan juga ikut berperan dalam pengembangan penyakit polimialgia. Teori lain adanya penyakit polimialgia rematik kemungkinan karena adanya perang antara system kekebalan tubuh dengan virus tertentu yang justru menstimulasi gangguan pada seseorang yang rentan secara genetis.

Penyakit-penyakit menular tertentu juga bisa saja merupakan factor pemicu dari polimialgia rematik. Sebab dalam beberapa kasus penyakit polimialgia rematik muncul karena adanya pernana virus tertentu.Beberapa virus tertentu, seperti adenovirus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan serta virus parainfluenza yang dapat mempengaruhi siapa saja.

Orang-orang yang memiliki leukosit antigen HLA-DR4 juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan polimialgia rematik. Kemungkinan lain dari adanya polimialgia rematik merupakan pertanda dari adanya kepekaan terhadap makanan tertentu.

Karena polimialgia berhubungan dengan peradangan pada arteritis di bagian kepala, maka serangannya bisa menyebabkan beberapa gejala seperti gangguan penglihatan, sakit kepala yang luar biasa serta rasa nyeri dibagian rahang.

Berbagai gejala lain dari penyakit polimialgia rematik yang sering terjadi pada bagian tubuh, meliputi:

  • Rasa nyeri dan kaku dibagian bahu
  • Rasa nyeri dan kaku pada bagian leher, lengan atas, pinggul, pantat bahkan terkadang sampai ke paha
  • Rasa nyeri dan kaku sering terjadi pada pagi hari maupun setelah lama tidak beraktivitas
  • Keterbatasan gerak pada bagian yang sakit
  • Terkadang ada nyeri dan kaku pada pergelangan tangan maupun lutut
  • Rasa nyeri dan sakit pada seluruh anggota badan
  • Terkadang juga disertai dengan demam ringan
  • Rasa lelah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Turunnya berat badan
  • Terkadang juga disertai dengan depresi

Gejala utama dari polimialgia rematik paling sering terjadi pada bagian leher, bahu, lengan atas, pinggang, pinggul serta punggung bagian bawah. Rasa nyeri dan kaku yang terjadi dapat mengganggu istirahat maupun tidur, namun tidak disertai dengan adanya kelelahan otot. Pada pemeriksaan secara fisik tidak ditemukan adanya kelainan secara signifikan pada bagian luar tubuh.

Dalam pemeriksaan laboratorium, polimialgia rematik sering ditmeukan adanya gangguan, seperti anemia normokrom atau normositik ringan, leukositosis ringan serta tingginya LED. Sedangkan dalam pemeriksaan radiology foto sendi umumnya tampak normal dan biasa saja.

gejala nyeri pada bahu

gejala nyeri pada bahu

Untuk pemeriksaan tentang ada tidaknya penyakit polimialgia rematik umumnya tindakan biopsy pada jaringan otot tidak diperlukan. Meskipun melakukan tindakan biopsy, tetap saja tidak dapat menunjukkan adanya kerusakan otot.

Polimialgia umumnya dapat diobati dengan pemberian obat kortikosteroid oral. Biasanya, orang-orang yang mengidap polimialgia rematik perlu mengkonsumsi obat kortikosteroid oral selama dua sampai tiga tahun lamanya.

Bila penyakit polimialgia rematik disertai dengan adanya arteritis temporal, maka diperlukan penggunaan kortikosteroid dalam dosis yang lebih tinggi. Bila berbagai gejala yang terjadi mulai mereda, maka dosis pemakaian obat kortikosteroid oral diturunkan secara bertahap.

Mayoritas pengidap polimialgia rematik dapat menghentikan pemakaian obat kostikosteroid tersebut dalam waktu 2 sampai 4 tahun. Namun ada juga pengidap polimialgia rematik yang tetap diharuskan untuk mengkonsumsi kortikosteroid dalam waktu yang lebih lama dan tentunya dalam dosis yang kecil.

Obat-obatan anti peradangan non-steroid maupun aspirin juga dapat meredakan gejala dari penyakit polimialgia rematik. Biasanya, penyakit polimialgia rematik akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu sampai dua tahun. Namun obat-obatan serta tindakan perawatan diri tetap diperlukan, karena bertujuan untuk meningkatkan serta mempercepat proses pemulihan penyakit polimialgia rematik.