Polusi Udara Dapat Memperpendek Usia

polusi udara karena asap kendaraan bermotor

polusi udara karena asap kendaraan bermotor

Begitu tingginya level polusi di suatu kota maupun negara, tidak hanya akan berdampak buruk pada saluran pernafasan saja, namun teryata juga dapat memperpendek usia. Hal seperti ini telah terlihat secara nyata di wilayah yang paling buruk tinggak polusinya, yaitu di bagian utara China.

Para peneliti telah mencatat bahwa setengah miliar penduduk yang tinggal di bagian utara China sejak tahun 1990an memiliki usia harapan untuk hidup sekitar 5,5 tahun lebih pendek jika dibandingkan dengan penduduk di wilayah yang udaranya bebas dari polusi.

Bahkan kadar partikel polutan yang ada di ibu kota China, yaitu Beijing, hampir mencapai 40 kali ambang batas atas yang sesuai dengan ukuran dari WHO. Hampir setengah dari polusi udara yang terdapat di Beijing berasal dari polusi pembakaran batu bara. Sedangkan sisanya berasa dari asap kendaraan bermotor serta konstruksi.

Perbandingan usia harapan hidup penduduk di negeri China akibat dari polusi udara mudah untuk dilakukan. Selama satu dekade, pemerintah China memberikan batu bara secara cuma-cuma untuk dibakar, khususnya di wilayah bagian utara China karena memang udara di sana sangat dingin. Namun sekarang, kebijakan tersebut sudah tidak diteruskan lagi.

Para peneliti menemukan perbedaan yang sangat mencolok pada partikel polutan serta usia harapan hidup pada dua wilayah di China. Penelitin ini melibatkan para peneliti yang berasa dari China, Amerika serta Israel bahan sudah dipublikasikan daam Proceedings of the National Academy of Sciences.

polusi batubara di China

polusi batubara di China

Penelitian yang dilakukan sebelumnya telah mengungkapkan dampak buruk dari polutan bagi kesehatan manusia. Namun sekarang yang diteliti adalah dampak dari polutan pada usia harapan hidup manusia. Hasil penelitian ini merupakan jawaban dari kebijakan Pemerintah China yang secara perlahan ikut berpegaruh pada konsentrasi polusi udara yang sangat berdampak buruk bagi orang-orang yang sehat.

Penduduk di bagian utara China, khususnya wilayah Huai River diberikan batu bata secara cuma-cuma oleh pemerintah negeri China sebagai bahan bakar untuk menghangatkan rumah maupun perkantoran. Kebijakan tersebut berlaku sejak tahun 1950 sampai tahun 1980.

Sebenarnya, artikel dari proses pembakaran batu bara sangat berbahaya sekali bila terhirup oleh manusia.

Para peneliti mengumpulkan data dari 90 kota dari tahun 1981 sampai tahun 2000 untuk mengetahui rata-rata tingkat konsentrasi partikel pembakaran. Yang dianggap sebagai partikel adalah hasil sisa pembakaran dengan diameter kurang dari 100 mikrometer, emisi dari sumber pembangkit listrik, konstruksi serta emisi kendaraan bermotor.

Di wilayah China utara, konsentrasi partikel sisa pembakaran mencapai sekitar 184 mikrogram per meter kubik atau dapat dikatakan sekitar 55% lebih tinggi jika dibandingkan dengan wilayah China selatan, selain itu usia harapan hidup penduduk di China utara mencapai 5,5 tahun lebih rendah dari penduduk di China selatan.

Menurut para peneliti, terjadinya perbedaan usia harapan hidup tersebut dikarenakan adanya peningkatan kejadian kematian akibat dari kardiorespiratori. Kondisi seperti ini dipicu oleh kualitas udara yang buruk di China utara, sehingga menyebabkan peningkatan kasus kematian akibat penyakit paru-paru, kanker paru-paru, serangan jantung serta stroke.

Hasil penelitian yang dilakukan di China ini dapat dipakai untuk mengetahui dampak dari polusi yang terjadi di negara lain. Analisis menunjukkan bahwa, setiap tambaan 100 mikrogram partikel per meter kubik pada atmosfer akan menurunkan usia harapan hidup per kelahiran dalam waktu tiga tahun.

Paparan polusi udara bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan organ paru-paru. Sebuah studi lain yang dilakukan oleh para ilmuwan yang berasal dari University of California, Los Angeles atau yang sering di singkat UCLA, telah menemukan bahwa menghirup polusi dari kendaraan bermotor dapat mengubah kolesterol baik atau HDL menjadi jahat atau yang biasa disebut LDL. Perubahan HDL ke LDL ini nantinya akan ikut berperan dalam terjadinya penyumbatan arteri atau aterosklerosis yang dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung.

Selain dapat mengubah struktur HDL dalam tubuh, polusi udara juga ditengarai dapat mengaktifkan komponen oksidasi lain yang nantinya akan mengakibatkan kerusakan dini pada sel serta jaringan tubuh sehingga memicu inflamasi serta pengerasan arteri.

mencegah bahaya polusi udara

mencegah bahaya polusi udara

Studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology ini telah melakukan penelitian pada tikus. Tikus pertama diberi paparan asap kendaraan selama beberapa jam per hari secara langsung selama kurun waktu dua minggu. Kemudian tikus tersebut ditempatkan dalam kandang yang udaranya telah disaring selama satu minggu.

Tikus yang kedua diberi perlakuan yang sama, namun bedanya tidak ditempatkan pada kandang yang udaranya telah disaring. Sedangkan tikus yang ketiga hanya diberi paparan udara yang telah disaring selama dua minggu.

Hasilnya, tikus pertama yang mendapatkan paparan polusi dari asap kendaraan mengalami kerusakan oksidatif dalam darah serta organ hati. Malahan, kerusakan yang terjadi tidak dapat diperbaiki meskipun telah diberi paparan udara bersih yang telah di saring.

Dr. Jeus Arujo, seorang profesor kedokteran yang juga bertindak sebagai direktur kardiologi lingkungan di David Geffen School of Medicine UCLA mengungkapkan, studi ini telah menunjukkan bahwa polusi udara dapat meningkatkan tidak berfungsinya HDL serta meningkatkan jalur oksidasi secara internal.

Dampaknya, terjadi penyumbatan pada pembuluh darah yang semakin buruk sehingga memicu munculnya penyakit stroke serta penyakit jantung.

Partikel emisi yang ditemukan pada asap kendaraan yang diselubungi oleh bahan kimia yang sangat sensitif sekali terhadap radikal bebas. Partikel inilah yang dapat menyebabkan oksidasi internal.

Para peneliti serta penulis studi divisi kardiologi di Geffen School of Medicine UCLA merekomendasikan pada masyarakat untuk membatasi paparan polusi udara sebagai upaya untuk mengurangi dampak negatif dari paparan polusi udara.